Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Maret 2012

Penyebab Mimisan Serta Cara Pengobatannya

Penyebab Mimisan – Mayoritas mimisan sering terjadi pada masa anak-anak. Dan hal ini pun pernah KutuBlog alami saat masih duduk di bangku SD. Biasanya saat bermain dengan teman-teman dan tanpa sengaja hidung terbentur sesuatu yang akhirnya mengeluarkan darah atau mimisan. Tapi pernah juga tanpa terbentur pun kadang mendadak mimisan, dimana dulu waktu di kampung, jika hal itu terjadi maka pengobatannya dengan cara tradisional yaitu dengan menggunakan daun sirih yang di taruh di lubang hidung, dan alhamdulillah mimisan pun cepat terhenti atau sembuh.
Dengan rasa penasaran dan mencoba mencari tahu penyebab mimisan, ternyata banyak juga faktor penyebab mimisan pada anak. Sebagaimana yang dijelaskan oleh salah satu pakar kesehatan (Doket Adi) berikut ini.
Mimisan terjadi karena hidung merupakan organ yang memiliki pembuluh darah halus paling banyak. Pembuluh-pembuluh darah tersebut terletak dekat pada permukaan kulit, sehingga rawan terluka dan menyebabkan mimisan. Kebanyakan kasus mimisan terjadi pada bagian bawah septum, atau sekat tulang yang membagi kedua rongga hidung. Gangguan ini biasa dialami oleh anak yang memiliki bakat mimisan atau pembuluh darah permukaan selaput lendirnya sangat tipis sehingga mudah pecah. Lantaran mudah pecah. Lantaran itulah anak ini sering mengalami mimisan secara berulang-ulang. Anak sehat pun dapat mengalami mimisan, meski tidak sesering orang yang memiliki bakat.
Pesan Sponsor
Dokter Adi memerinci lebih jauh penyebab anak mengalami mimisan:
1. Trauma
Misalnya terbentur, jatuh, dan membuang ingus terlalu keras. Mengorek-ngorek hidung dengan kuku yang tajam juga akan melukai selaput hidung yang tipis dan menyebabkan mimisan.
2. Polusi
Polusi berupa paparan rokok atau asap knalpot bersifat iritatif. Semua itu dapat membuat lecet dan merobek permukaan selaput lendir yang tipis.
3. Obat-obatan Terentu
Ada beberapa obat yang dapat memicu terjadinya mimisan. Obat semprot yang berfungsi melegakan hidung yang mampet (obat pelega hidung golongan kortikosteroid), salah satunya. Pemakaian yang terlalu sering dapat menjadikan hidung anak mimisan, begitu pun cara pemakaiannya yang salah seperti menggunakan semprotan ke arah tengah padahal yang tepat adalah dengan menyemprotkan ke samping.
4. Udara Dingin
Penyetelan AC yang terlalu dingin dapat menyebabkan mimisan. Cara kerja AC yang menyerap uap air di udara membuat kelembapan di ruangan jauh berkurang. Ditambah, suhu yang terlalu dingin membuat udara jadi makin kering. Udara kering yang diisap anak akan membuat alat pernapasannya mengering, sehingga selaput lendirnya mudah pecah dan berdarah.
Cara Menghentikan Mimisan / Mengobati Mimisan
Cara menghentikan mimisan adalah anak didudukkan pada posisi tegak, kemudian diberikan tekanan pada hidung (dipencet) dengan tujuan mengecilkan pembuluh darah yang pecah (kontriksi) sekaligus mempercepat pembekuan darah di daerah hidung. Bisa juga dengan pengobatan alami daun sirih getahnya diteteskan ke daerah hidung yang mimisan. Getah daun sirih ini berkhasiat menimbulkan koagulasi pada pembuluh darah yang pecah.

Penyebab Terjadinya Cegukan


Cegukan atau dalam bahasa medis disebut ‘hiccup’ sebenarnya adalah suatu fenomena yang melibatkan sistim persarafan dan pernapasan yang tujuannya sampai saat kini pun belum diketahui. Istilah ‘hiccup’ muncul dan digunakan orang untuk menirukan suara yang dikeluarkan saat cegukan (hik..hik..). Sedangkan nama lainnya, yaitu ‘singultus’ berasal dari bahasa latin singult yang berarti menarik nafas saat seseorang sedang terisak-isak.

National Library of Medicine, Amerika Serikat menyatakan bahwa Cegukan terjadi ketika diafragma, atau otot di bawah paru-paru, bergerak spontan tanpa diinginkan. Gerakan ini membuat pita suara menutup secara tiba-tiba, dan memicu bunyi cegukan. Secara umum, cegukan akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa menit. Namun tidak jarang pula ada orang yang cegukan hingga berjam-jam sampai berhari-hari.
Jenis-jenis Cegukan
Ada 2 jenis cegukan, yaitu cegukan yang bersifat ringan dan cegukan yang bersifat tetap/permanen.
  1. Cegukan yang bersifat ringan, yang hanya berlangsung selama 1 – 2 jam saja. Penyebab paling sering pada kategori ini karena adanya regangan pada lambung. Selain itu, juga karena perubahan cuaca mendadak (misalnya dari dingin ke panas atau sebaliknya), makan tergesa-gesa, makan makanan yang terlalu panas atau dingin, meminum minuman beralkohol atau berkarbonasi, merokok terlalu banyak, atau mengalami stres.
  2. Cegukan yang bersifat tetap/permanen (persistance). Cegukan jenis ini biasanya terjadi terus-menerus, tak hanya berhari-hari tapi bisa berbulan-bulan. Cegukan jenis ini merupakan gejala adanya gangguan di otak (misalnya gejala tumor di batang otak), gejala stroke (pada penderita stroke sering timbul cegukan), infeksi di susunan saraf pusat (otak), adanya herpes di dada sehingga mengganggu saraf tepi, selain itu juga karena gangguan metabolik seperti pada penderita diabetes, atau penderita kelainan ginjal karena uremia. Juga karena gangguan elektrolit (kurang kalium), termasuk pengaruh obat-obatan seperti steroid atau obat tidur.
Penyebab Terjadinya Cegukan
Menurut analisa medis, terjadinya cegukan melibatkan refleks pada saraf frenikus dan saraf vagus yang ada di daerah diafragma (otot pernapasan utama yang terletak antara dada dan perut).
Penyebab cegukan yang bersifat sementara biasanya adalah, makan terlalu cepat, minum minuman berkarbonasi, minum air dingin sesaat setelah makan makanan panas, makan makanan yang sangat panas atau pedas, tertawa atau batuk terlalu keras, banyak menelan udara, kelebihan minuman beralkohol, atau karena ketidakseimbangan elektrolit dalam darah, merokok, stress.
Iritasi pada saraf vagus dan frenikus merupakan penyebab tersering. Benda asing yang ada di daerah telinga pun ternyata juga dapat menjadi pencetus, karena ada salah satu cabang saraf vagus di daerah tersebut. Kelainan pada tenggorokan seperti peradangan dan tumor di daerah leher juga dapat menstimulasi serabut saraf yang ada di daerah tersebut, yang juga merupakan cabang saraf vagus.
Cegukan dapat pula disebabkan karena tekanan saraf frenik oleh struktur anatomi yang lain, atau karena tumor dan penyakit ginjal lainnya, meski hal ini jarang terjadi. American Cancer Society melaporkan bahwa 30% pasien kemoterapi menderita cegukan sebagai efek samping perlakuan.
Berbagai kelainan diafragma juga bisa mendasari timbulnya cegukan, seperti misalnya hernia hiatus, reflux gastroesofagus, abses subfenikus, serta manipulasi diafragma selama pembedahan. Penyebab lainnya lagi yang juga mungkin adalah penyakit sistim saraf pusat yang mengganggu refleks cegukan, bisa berupa infeksi, tumor maupun kelainan pembuluh darah. Kondisi uremia (meningkatnya kadar ureum dalam darah) yang dialami pasien gagal ginjal juga dapat jadi penyebab. Selain itu faktor psikogenik pun perlu dipertimbangkan. (Sumber: nursingbegin.com)